Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan pengalaman praktis di bidang kemaritiman, sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Teknik Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan yang berfokus pada navigasi kapal dan sistem permesinan. Kegiatan ini diselenggarakan di Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa TRKP dari salah satu politeknik di Jawa Tengah, yang antusias dalam mengembangkan keterampilan teknis mereka di dunia perkapalan. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur Polimarin yang berpengalaman dan kompeten di bidang pelayaran serta teknik permesinan kapal. Kehadiran instruktur profesional ini memberikan nilai tambah tersendiri karena mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tanggal 21–22 April 2026 dan dilakukan secara intensif dalam beberapa sesi pembelajaran terstruktur. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di fasilitas unggulan Polimarin, yaitu Workshop Navigasi dan Laboratorium Permesinan Kapal yang dilengkapi dengan peralatan modern dan sesuai dengan standar industri maritim.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap aspek praktis yang selama ini lebih banyak dipelajari secara teoritis di dalam kelas. Dengan adanya pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori dengan praktik nyata, sehingga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai operasional kapal secara menyeluruh.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Industri galangan kapal dan sektor pelayaran saat ini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang mumpuni. Oleh karena itu, pengalaman praktik seperti ini menjadi sangat penting dalam membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, dan profesional.
Metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah praktik langsung (hands-on learning), yang memungkinkan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam setiap sesi. Pada sesi navigasi, mahasiswa diajak untuk mensimulasikan pengoperasian kapal menggunakan alat bantu navigasi elektronik di ruang simulator. Mereka mempelajari berbagai aspek penting seperti penentuan posisi, pembacaan peta navigasi, serta penggunaan radar dan sistem navigasi modern lainnya.
Sementara itu, pada sesi permesinan, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai komponen utama dalam sistem mesin kapal, termasuk mesin induk dan mesin bantu. Mereka juga mempelajari prinsip kerja, perawatan dasar, serta troubleshooting sederhana yang sering terjadi dalam operasional mesin kapal. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana sistem permesinan bekerja secara terintegrasi di dalam kapal.
Setiap sesi pembelajaran diakhiri dengan diskusi teknis dan studi kasus yang bertujuan untuk melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah mahasiswa. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat, bertanya secara langsung kepada instruktur, serta berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa TRKP tidak hanya memperoleh pengetahuan tambahan, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja di masa depan. Kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini juga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi di bidang kemaritiman.
Dengan adanya sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan seperti Polimarin, diharapkan dapat tercipta lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang siap bersaing di industri maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional.