Semarang, 23 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sumber daya air, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro turut memperkenalkan implementasi program SV Zero Discharge sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus berkelanjutan. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Feng Mingbo dan Lu Qiu dari Jiangsu Shipping College (JSSC), China, yang berkunjung untuk melihat berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Sekolah Vokasi UNDIP.
Melalui Program SV Zero Discharge, setiap tetes air hujan dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan harus dikelola secara optimal. Sistem pengelolaan air hujan dirancang secara terintegrasi mulai dari proses penangkapan, penyimpanan, pemanfaatan, hingga pengembalian air ke lingkungan. Air hujan yang jatuh pada atap bangunan dan area tangkapan lainnya dialirkan melalui jaringan talang dan pipa menuju reservoir setelah melewati penyaringan awal untuk memisahkan daun, pasir, dan berbagai kotoran lainnya.
Air yang telah ditampung kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kampus. Sebagian digunakan untuk kebutuhan non-konsumsi seperti penyiraman tanaman, sementara sebagian lainnya diproses lebih lanjut melalui teknologi reverse osmosis (RO) dan ion exchange untuk menghasilkan air berkualitas tinggi bagi kebutuhan laboratorium dan berbagai kegiatan akademik.
Yang menarik, ketika kapasitas reservoir telah penuh, kelebihan air tidak langsung dibuang ke saluran drainase. Air tersebut dialirkan ke sumur resapan (rainwater recharge well) sehingga dapat kembali meresap ke dalam tanah dan membantu menjaga keseimbangan cadangan air tanah. Dengan sistem ini, fungsi air hujan tidak hanya sebagai sumber air alternatif tetapi juga sebagai instrumen konservasi lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Feng Mingbo dan Mr. Qiu menyampaikan apresiasi terhadap upaya Sekolah Vokasi UNDIP dalam mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam pengelolaan kampus. Program ini dinilai sejalan dengan tren global pengembangan institusi pendidikan yang berorientasi pada efisiensi sumber daya dan pelestarian lingkungan.
Menurut Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., pengelolaan air hujan menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung kampus berkelanjutan. “Kami ingin membangun sistem yang mampu memanfaatkan air hujan secara optimal, mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. SV Zero Discharge bukan hanya proyek teknologi, tetapi bagian dari transformasi budaya keberlanjutan di lingkungan kampus,” jelasnya.
Pengembangan bak penampungan air hujan berkapasitas sekitar 20 m³ pada setiap gedung serta rencana pembangunan embung tambahan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Sekolah Vokasi UNDIP dalam membangun ketahanan air kampus. Kehadiran delegasi dari JSSC China juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang teknologi terapan, pendidikan vokasi, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, TRKP SV UNDIP bersama seluruh unit di lingkungan Sekolah Vokasi terus menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak berhenti pada wacana, tetapi diterapkan secara nyata dalam operasional kampus sehari-hari sesuai semangat “Nothing Wasted, Everything Managed.”