Membangun SDM Maritim Kompeten: Pendampingan dan Pelatihan Penjadwalan Proyek Pembangunan Kapal Baru

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Penjadwalan Proyek Pembangunan Kapal Baru pada tanggal 4 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor maritim, khususnya dalam bidang manajemen proyek pembangunan kapal.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Undip ini diikuti oleh peserta yang berasal dari mahasiswa TRKP yang memiliki minat untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikasi profesi di bidang maritim. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, serta praktik penyusunan jadwal proyek pembangunan kapal.

Ketua tim pengabdian, Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kemampuan menyusun dan mengendalikan jadwal proyek merupakan salah satu kompetensi penting dalam industri perkapalan modern. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar manajemen proyek, menyusun Work Breakdown Structure (WBS), mengidentifikasi aktivitas kritis, serta membuat jadwal proyek menggunakan metode dan perangkat lunak yang umum digunakan di industri.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang terkait tantangan pelaksanaan proyek pembangunan kapal di lapangan, sehingga suasana pelatihan menjadi lebih dinamis dan aplikatif. Selain memperoleh materi teoritis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penyusunan jadwal proyek berdasarkan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan industri perkapalan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam bidang penjadwalan proyek pembangunan kapal, sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri maritim Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi kompetensi profesi yang diakui secara nasional.