Mahasiswa Teknik Perkapalan Perkuat Kompetensi Survey dan Inspeksi Kapal melalui Magang di Lloyd’s Register Batam

Batam, Mahasiswa Teknik Perkapalan menjalani program magang profesional di Lloyd’s Register (LR) Batam selama dua bulan, terhitung sejak Agustus hingga September 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi praktis di bidang teknik kelautan, khususnya dalam kegiatan survey dan inspeksi kapal sesuai standar klasifikasi internasional.Selama masa magang, peserta ditempatkan langsung dalam lingkungan kerja profesional yang berfokus pada kegiatan survey kapal. Sejak hari pertama hingga akhir program, mahasiswa tersebut terlibat dalam berbagai aktivitas teknis, mulai dari pengamatan sistem kapal hingga evaluasi konstruksi kapal bangunan baru. Keterlibatan ini memberikan pengalaman empiris dalam memahami bagaimana standar keselamatan dan kelayakan kapal diterapkan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai berbagai jenis survey yang dilakukan oleh badan klasifikasi. Salah satu di antaranya adalah periodical survey, yaitu inspeksi berkala yang bertujuan memastikan bahwa kondisi kapal tetap memenuhi persyaratan klasifikasi selama masa operasionalnya. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada jenis survey lainnya, termasuk initial survey dan renewal survey, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam siklus hidup kapal.Tidak hanya terbatas pada aspek administratif dan prosedural, kegiatan magang ini juga menekankan pada kemampuan teknis, khususnya dalam melakukan inspeksi visual terhadap hasil pengelasan (welding inspection). Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi potensi cacat las, seperti retak (crack), porositas, dan undercut, yang dapat memengaruhi integritas struktural kapal. Proses ini dilakukan dengan mengacu pada standar dan aturan teknis yang ditetapkan oleh LR sebagai badan klasifikasi internasional.

Lebih lanjut, pemahaman terhadap rules and regulations menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari selama magang. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana aturan klasifikasi disusun dan diterapkan dalam proses survey, sehingga setiap keputusan teknis yang diambil memiliki dasar yang jelas dan terstandarisasi secara global. Hal ini memberikan wawasan mendalam mengenai hubungan antara teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di industri maritim.

Program magang ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga membentuk pola pikir profesional dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Interaksi langsung dengan surveyor berpengalaman memungkinkan mahasiswa untuk memahami dinamika kerja di lapangan, termasuk pentingnya ketelitian, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Dengan berakhirnya program magang pada September 2025, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis yang telah diperoleh. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri, seperti yang dilakukan bersama Lloyd’s Register, memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di sektor maritim global. bikinkan judulnya sekalian translatekan kedalam bentuk bahasa inggris