UNDIP dan Jiangsu Shipping College Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Teknologi Perkapalan melalui Sino–Indonesia Shipbuilding Technology Academy

Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi berorientasi global melalui implementasi kerja sama internasional dengan Jiangsu Shipping College (JSSC), China, dalam program Sino–Indonesia Shipbuilding Technology Academy. Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Universitas Diponegoro, Jiangsu Shipping College, Zhongtian Technology Group Marine Engineering Co., Ltd., serta Nantong International Economic and Technical Cooperation Association, China. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi, pengembangan sumber daya manusia, penelitian terapan, serta peningkatan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri maritim.

Rangkaian kegiatan dalam program Sino–Indonesia Shipbuilding Technology Academy menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional di bidang teknologi perkapalan dan industri maritim. Kegiatan tersebut melibatkan unsur akademisi, mahasiswa, tenaga ahli, serta mitra industri dari Indonesia dan Tiongkok.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk melakukan pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang teknologi perkapalan, manufaktur, pengelasan, serta berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri maritim. Pembelajaran yang dilaksanakan juga mengintegrasikan pendekatan teori dan praktik sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan industri. Melalui keterlibatan mitra industri internasional, mahasiswa dan sivitas akademika diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi, standar kompetensi, serta praktik industri perkapalan yang berkembang di tingkat global.Kerja sama antara UNDIP dan Jiangsu Shipping College juga membuka peluang pengembangan berbagai program kolaboratif lainnya, termasuk pertukaran akademik, pelatihan dan peningkatan kompetensi, penelitian terapan, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik dan industri lainnya.

Implementasi Sino–Indonesia Shipbuilding Technology Academy diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang maritim. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama internasional Universitas Diponegoro serta mendukung terciptanya lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global. Melalui kerja sama tersebut, Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi yang unggul, inovatif, berbasis teknologi, serta memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan industri nasional dan internasional.